International Link | Teror | Konflik | Religi | Takhta | Indonesian News | Indonesia Link | Teror | Konflik | Bencana | Takhta | Karakter | Spesial Link | Daftar Harga Eceran | Rakyat Online | admin | Priono Subardan |

Wednesday, February 4, 2009

Pasca Helsinki, Pancasila Tiada Lagi di Aceh

IDEOLOGI Pancasila sebagai dasar negara di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) saat ini telah hilang.

"Secara jujur harus diakui bahwa di Aceh sudah tidak ada lagi semangat Pancasila sejak diberlakukannya Perjanjian Helsinki Agustus 2007," kata Politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) AP Batubara di Jakarta, Rabu.

Ia menilai pemerintah turut andil dalam menjauhkan Pancasila dari bumi Aceh.

Anggota Dewan Pertimbangan Pusat (Deperpu) DPP PDIP itu juga menilai Aceh adalah masalah besar pasca perjanjian Helsinki. Saat ini disana telah muncul partai lokal.

"Jika partai lokal di Aceh nanti menang dalam Pemilu 2009, bukan mustahil kemerdekaan Aceh akan menjadi kenyataan," ia mengkhawatirkan.

Oleh karena itu, Ia mengingatkan kepada pemerintah untuk secara serius menyikapi masalah di Aceh dan mengembalikan Pancasila sebagai ideologi negara di Aceh. "Bukan malah sebaliknya melakukan klaim keberhasilan di Aceh," katanya.

05sig04